Tempat-Tempat Angker Seputar Kota Blangkejeren

Dalam kehidupan yang sudah serba maju dan modern saat ini, mana ada lagi orang percaya ada hantu atau jin. Tempat-tempat yang dulunya terkesan Angker kini disekitarnya sudah menjadi hunian manusia yang cukup ramai.

Akan tetapi cerita-cerita berbau mistik dan Horor tentang jin dan hantu masih saja digemari orang sampai sekarang. Diantaranya ada yang sudah diangkat ke Layar Lebar seperti Beranak Dalam Kubur, Ratu Pantai Selatan dan lain-lain begitu juga cerita-cerita film impor bertema mistik dan horor banyak penontonnya.

Konon salah satu kamar hotel mewah di Yogyakarta, Sengaja tidak disewakan. meskipun penginapan tiap tahun membeludak, terutama turis-turis asing yang berkunjung ke daerah ini untuk menikmati keindahan alam, Candi Mendut, Prambanan dan Borobudur. Kamar ini disediakan sebagai tempat bersemayamnya “Nyi Roro Kidul”. Agus N. Cahyo jurnalis asal Lampung Tengah. Dalam bukunya yang berjudul: Salah Apakah Gusdur?

Dalam BAB 2 huruf H dengan sub judul Mengusir Hantu-hantu Istana Merdeka halaman 95, buku yang diterbitkan Ircisod Yokyakarta, menceritakan Istana Merdeka dihuni makhluk halus.

Padahal Istana Merdeka adalah tempat resmi kediaman dan kantor Presiden RI yang terletak satu komplek dengan Istana Negara dan Bina Graha lokasinya menghadap Monas (Monumen Nasional Jalan Medan Merdeka Utara). Tetapi presiden Suharto selama berkuasa tidak pernah semalam pun. “Menginap” di Istana ini karena banyak hantunya, meskipun Istana ini mendapat pengawalan Ketat dari  PASPAMPRES.

Sebuah kamar diujung ruang utama Istana Merdeka adalah tempat penyimpanan Bendera Pusaka yang hanya di buka sekali setahun, sehingga dinyakini ada makhluk halus yang menjaganya.

Hal itu dibenarkan Munib Huda Muhammad, ajudan Gusdur yang paling setia, dia mengatakan orang-orang Istana Merdeka benar yakin ada hantu menghuninya.  Karena takut hantu tidak ada yang berani membersihkan tempat yang akan didiami Gusdur, setelah diangkat menjadi Presiden RI, menggantikan Presiden BJ Habibi.

Namun ada yang aneh ketika anak Kiai Besar ini datang semua penjaga Istana jadi berani dan tidak takut lagi pada hantu-hantu. Cara apakah yang dipakai Gusdur mengusir keangkeran Istana?

Menurut Munib Gusdur tidak menggunakan cara-cara mistis, atau ritual-ritual khusus, tetapi menggunakan cara Logis mengusir keangkeran istana. Ketika Gusdur mendiami Istana, mengatakan : “Istana ini punya negara, masyarakat berhak memiliki. Jadi orang-orang dibolehkan kesana, sehingga menjadi ramai”.

Terbukti memang, hanya di Era Gusdur ini Istana Merdeka ramai dan tidak angker lagi karena semua orang bisa masuk kesana bertemu dengan Gusdur, mulai dari jabatan, politisi, masyarakt umum dan para Kyai. Pertayaannya sekarang, mana saja tempat-tempat angker seputar Kota Blangkejeren?
Cukup banyak sebenarnya, tetapi dalam tulisan ini hanya 3 tempat yang diulas dan ceritanya lucu dan unik, setelah membacanya anda tertawa lepas, dan stress juga hilang seketika.
1.    ARUL PENGKALA
Cerita Arul Pengkala sudah masuk koran, dalam kumpulan tulisan berjudul “SERAYA”, yang sudah dibukukan dan diterbitkan “MAHARA PUBLISHING” termuat pada halaman 53 dengan subjudul: “ANGKERNYA ARUL PENGKALA”.
Dahulu calon pengantin pria yang akan menerima Ijab Kabul (Akad Nikah) dirumah calon pengantin wanita, bila melewati Arul ini harus digendong beberapa meter.
Pernah kejadian calon pengantin yang tidak mau digendong, tidak mampu mengucapkan prosesi Akad Nikah yang diawali dengan istigfar dan dua kalimat syahadat secara sempurna.
“Astagfir, Aspirin, Ashaduk-ashaduk dan cabulah  aku akan sipolan sebagai isteriku dengan maharnya………”, sampai keluar keringat dinginnya.
Apa boleh buat meskipun sidah tengah malam di mandikan dulu sebagai obatnya di sumur-sumur yang ada di sekitar itu barulah prosesi akad nikah di lanjutkan.
2.    BLANG LUME
Yang disebut Blang Lume adalah Stadion Sepak Bola Seribu Bukit sekarang, yang dulu adalah lokasi perlombaan pacuan kuda sebelum di pindahkan ke Stadion Buntul Nege Blang Sere.
Sebelum orang Gayo Lues banyak yang sekolah, ada yang kearanjingan menuntut Ilmu Kebal (Tidak mempan ditusuk dengan Kelewang), maupun Ilmu Hitam.
Tujuannya supaya disegani orang serta untuk menambah wibawa.
Caranya harus berani Tidur Sendiri ditengah-tengah lapangan Blang Lume dan diyakini lewat tengah malam datang Makhluk Halus membisikkannya.
Begitulah ceritanya dulu ada pemuda nakal dari Kota Blangkjeren yang mau mencobanya.
Tengah malam dia nekat sendirian pergi kesana lalu “Tidur” tetapi sebelum dia pulas tidur, tiba-tiba dia mendengar ringkik kuda makin lama makin keras dan di kejauhan tampak soso kuda warna hitam dan warna mata merah.
Bulu kuduknya merinding, diapun lari terbirit-birit kerumahnya, dan berteriak minta pintu segera di buk, karena merasa di belakangnya ada kuda memburunya.
Keesokan harinya Kota Blangkejeren yang belum banyak penghuninya jadi gempar, cerita punberkembang menurut versinya masing-masing.
3.    ARUL LEMU
Arul ini berlokasi di sekitar Kampung Jawa dan samping bekas tangsi Belanda yang air nya mengalir dari Kuta Bukit bermuara ke kali Penampaan, yang di huni makhluk halus sekali-sekali menunjukkan diri dalam wujud Lembu Putih (Sapi) yang tubuhnya cukup besar.
Tangsi bekas barak serdadu Belanda dan Jepang, tinggal bangunan tua dan kosong melompong karena tidak dihuni.
Pada suatu malam entah dari kampung mana ada 2 orang pemuda mencuri ke Toko Cina di toko Blangkejeren, tetapi dia tidak berhasil membuka kunci laci berisi uang hasil jualan.
Dia hanya menyikat dua buah toples berisi gula-gula atau permen, kebetulan diatas meja yang berlaci itu ada beberapa butir Broxlac (obat pencair bila kesulitan membuang air besar atau sembelit. Dalam bahasa gayo obat tersebut disebut Walland atau obat cuci perut, yang warnanya mirip permen coklat.
Ketika kedua anak ini telah keluar dari toko, mereka pun pergi sambil mencicipi Broxlac tersebut. tiba-tiba mereka kebelet mau buang hajat ke Arul Lemu lewat belakang Pendopo Bupati sekarang. Sesampai disana mereka terkejut mendengar lenguh Sapi Besar, tanpa terasacelanya belepotan tinja dan terduduk lemas tidak bisa berbuat apa-apa.
Keesokan harinya orang kota yang akan membuang hajat dan mandi pergi ke Sungai Penampaan lewati Arul tersebut. Orang tersebut heran melihat dua orang anak terduduk lemas dalam kondisi belepotan tinja (Ciriten dalam bahasa Gayo).
Setelah kedua anak ini sadar. Barulah bisa diajak bicara dan makin lama semakin ramai orang berdatangan mendengar ceritanya, sambil terbahak-bahak.
Nah! Lain kali penulis sambung ceritanya yang lebih lucu.

Buat apa mikirin siapa yang akan menjadi Gubernur Dan Bupati, Tetapi Jangan Golput
gunakanlah hak pilih anda sesuai dengan suara hati nurani, karena pilkada sudah semakin dekat…

Liputan   : Syamsuddin Said

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

“Sakit Hati Ternyata Indah”

BLANGKEJEREN [Insetgalus] – Sebuah novel Robi Efendi ini sangat menarik untuk dibaca. Diawali dengan mendung ...