Seraya dan Teragu, Dua Buku Karya Penulis Lansia Gayo Lues Segera Terbit

Informasi terkini dari Yusradi Usmahal al-Gayoni pemimpin percetakan Mahara Publishing Tangerang Banten menyebutkan dua buku karya penulis lanjut usia dari Gayo Lues (Syamsuddin Said), dalam waktu dekat segera terbit.

Naskah kedua buku yang berjudul Seraya dan Teragu sudah agak lama di percetakan kini dalam koreksian Yusradi Usman juga selaku editor/proofreader buku-buku penulis termasuk mengurusi segala keperluan yang berhubungan dengan percetakan serta mencari penyumbang dana.

Sebulan yang lewat memang ada penulis kirimkan dana cetak sumbangan dari salah seorang Kepala Dinas Kabupaten Gayo Lues tetapi tidak mencukupi untuk biaya cetak dua buku.

Menurut Yusradi Usman baru-baru ini bapak Ramdanu Hartis tokoh Gayo Aceh Tengah di Kalimantan ada mengirimkan sumbangan dana sehingga kedua buku ini dapat diterbitkan.

Bahkan Yusradi Usman juga menganjurkan agar naskah otobiografi penulis berjudul “Terhempas Karena Prahara”, segera dirampungkan dan kirim ke percetakan serta naskah-naskah lainnya.

“Insya Allah, soal dana cetak kita cari bersama dan sudah ada yang bersedia membantu”, demikian pesan singkat Yusradi Usman lewat ponselnya baru-baru ini.

Sebelumya telah terbit buku penulis berjudul “Njaing” dengan bantuan dana cetak dari Prof. Dr. Ir. H. Abubakar Karim, MS. Kepala Dinas Pertanian Aceh yang juga dosen fakultas pertanian Unsiyah, serta “Kode Alam” (Kumpulan Sastra Gayo) yang dana cetaknya dibantu Ismail Aman Nir anggota DPRK Aceh Tengah.

H. Abubakar juga menjanjikan akan membantu lagi tetapi tidak menentukan waktunya. Penulis sangat berterima kasih atas segala bantuan dan perhatian yang begitu besar, dan sempat menitikkan air mata karena terharu saat merenungkan makna dari semuanya itu.

Padahal buku-buku tersebut bukan karya ilmiah dan tidak punya kelebihan apa-apa, hanya berupa kumpulan tulisan bernuansa budaya lokal dan sejarah serta berbagai sisi kehidupan yang belum diungkap penulis-penulis lain.

Memang obsesi penulis akan menulis minimal sepuluh buku selagi hayat dikandung badan.

Akan tetapi apakah itu mungkin, mengingat usia semakin lanjut dan badan sudah mulai sakit-sakitan pula. Hanya buku-buku itulah nanti yang akan diwariskan kepada anak cucu, sebab harta benda sebagai pusaka penulis tidak punya sama sekali.

Selain dari itu penulis terus berupaya berbuat baik buat sesama dan hidup ini bermanfaat buat orang lain. Guna menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, kesibukan sehari-hari diisi dengan membaca dan sesekali berkunjung ke Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah karena di sana cukup banyak buku yang dapat dijadikan rujukan tulisan.

Penulis senantiasa berdoa agar sisa usia yang tidak diketahui kapan berakhirnya, raga yang telah renta ini, kiranya selalu dalam keadaan sehat-sehat saja. Dengan demikian cita-cita untuk menulis sepuluh buku dapat dirampungkan dengan sebaik-baiknya. Amin!!! Semoga.

Liputan     : Syamsuddin Said
Editor        :

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Teks Foto: Satu unit alat berat tampak sedang melakukan pembersihan waduk di Pusat Perkantoran Pemkab Aceh Timur di Idi Rayeuk, Senin (20/5/2019).

Jelang Idul Fitri, Pemerintah Bersihkan Pusat Perkantoran

ACEH TIMUR [Insetgalus] – Menjelang perayaan Idul Fitri 1440 H, pemerintah melalui beberapa instansi terkait ...