Ratusan Komputer UNBK Diduga Diinapkan

ACEH TIMUR[Insetgalus] – Komputer bantuan  untuk 24 SMP di Aceh Timur sebanyak 400 unit dan komputer selver sebanyak 39 unit yang diperuntukkan untuk peserta UNBK diduga diseleweng oleh onknum Dikjar setempat.

Pasalnya ratusan komputer yang harganya belasan juta tersebut sempat diinapkan di sebuah rumah kosong di komplek perumahan hutan lindung Kota Langsa selama dua hari satu malam.

Informasi yang diperoleh,  ratusan komputer tersebut diantar menggunakan dua unit mobil box yang diperkirakan berjumlah berjumlah sekitar 360 Unit, dan dibongkar dirumah kosong milik El, pegawai pemko Langsa di Dusun Bukit,  Gampong Paya Bujok Seuleumak,  Langsa Baroh,  Kota Langsa.

Ely, yang dihubungi media ini membenarkan rumahnya telah dikontrak selama satu bulan oleh pegawai Dikjar Aceh Timur,  namun Ely tidak tau kalau digunakan untuk menyimpan komputer UNBK. Ely malah mengaku batas kontrak rumahnya sudah habis, tapi kunci rumahnya belum dikembalikan.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dikjar Aceh Timur,  Muslim, membantah jika komputer untuk UNBK tersebut sempat  diinapkan  di sebuah rumah di kota Langsa.

“Tidak benar, komputer itu dari Medan langsung dibawa ke Dinas pendidikan Aceh Timur,” bantah Muslim.

Menurut Muslim,  pengadaan ratusan komputer  tersebut dilakukan melalui pembelian online atau simtem E Katalog, dan mulai dari pengadaan sampai penyaluran ke 24 sekolah diawasi oleh pihak kejaksaan dan pihak kepolisian hingga selesai penyerahan semua.

Pernyataan Muslim,  dibantah oleh Ad,  Warga Paya Bujok Seuleumak,  Langsa,  menurut Ad dia ikut membongkar komputer dan jaga malam untuk mengamankan komputer tersebut dengan upah bongkar Rp 100.000 dan upah jaga malam Rp 100.000.

Menurutnya,  komputer diantar dengan dua mobil box,  dan  tiba sekitar pukul 8.00 pagi, sayangnya Ad tidak ingat tanggal dan hari serta jumlah komputer yang dibongkar dari dua mobil Box tersebut.

” Kalau tidak salah sekitar 360 unit saya bongkar, dan informasi dari supir waktu itu ada lagi masuk susulan,  tapi saya lihat tidak ada,” kata Ad.

Ditambahkan Ad,  setelah berada dua hari satu malam dalam rumah tersebut,  komputer itu diambil kembali dan Ad ikut muat ke dalam truk  dengan upah yang sama yakni Rp 100.000. Lagi-lagi Ad tidak tau komputer itu dibawa kemana.

Liputan : Ardiansyah

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ketua PESAWAT Kecam Aksi Pembakaran Rumah Wartawan Serambi Liputan Kutacane

IDI [Insetgalus] – Persatuan Wartawan Aceh Timur (PESAWAT) mengecam tindakan intimidasi dan kriminalisasi yang dilakukan ...