Pesta Saman 10001 Di Tengah Kemiskinan

BLANGPEGAYON [Insetgalus] – Dituding pemborosan, ratusan pemuda Desa Kute Bukit Kecamatan Blangpegayon, menolak pagelaran tari saman 10001, karena dianggap tidak memihak untuk kesejahteraan perekonomian masyarakat Gayo Lues.

Aksi penolakan itu berlangsung kurang lebih dua jam, dengan membentangkan spanduk bertuliskan menolak Pagelaran Tari Saman 10001 yang menggunakan dana APBK, APBN dan Alokasi Dana Kampung. Minggu (16/7)  sekira pukul 20.30 WIB malam,  di Desa Tebukit Kecamatan Blangpegayon.

Penolakan itu bukan  tanpa alasan, dari pengakuan beberapa pemuda Tebukit, tari saman massal 10001 tidak memberikan dampak keberuntungan, pasalnya tarian massal seperti itu sebelumnya sudah pernah dilaksanakan pada Tahun 2014 sebanyak 5005 penari yang meraih rekor muri.

“Dan, kalau hanya sekedar mengharap pengakuan dari rekor muri, dengan menghabiskan dana miliaran rupiah dalam satu hari, saya kira ini sudah tidak masuk akal dan pemborosan yang luar biasa, “ kata Misran, salah seorang pemuda yang ikut dalam aksi penolakan itu.

Satu sisi Misran menilai, kegiatan ini merupakan bentuk dari sebuah kedzaliman terhadap masyarakat Gayo Lues. Sebab, sebagian alokasi dana kegiatan ini diplot dari Alokasi Dana Kampung, yang tidak sesuai peruntukkannya.

“Kita bukannya menolak hajat cita rasa pemerintah, namun sangat disayangkan bila menggunakan dana daerah miliaran rupiah. Jika pemerintah cerdas, seharusnya mencari sponsor dari luar daerah, karena sebelumnya tari saman massal sudah pernah tampil dan mendapat pengakuan rekor muri serta dunia. Saya kira pengakuan itu sudah cukup dijadikan modal untuk mencari sponsor,” cetusnya.

Protes yang sama diucapkan Fendi, tak seharusnya pemerintah memikirkan hiburan di tengah penderitaan dan kemiskinan Gayo Lues seluruh Aceh. Sepatutnya, pemerintah daerah lebih fokus pada pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat, yang saat ini tergolong kronis. “ Buat apa kaya seni, kalau miskin,” tuturnya.

Selanjutnya, Dayat salah satu pemuda lain angkat bicara, sebagai suku Gayo Lues asli dirinya merasa dicundangi oleh sekelompok pejabat yang haus hiburan, pujian dan sanjungan. Mereka rela menghabiskan uang miliaran dalam satu hari hanya untuk sebuah selera. Apalagi, sebagian dana tersebut dicatut dari Alokasi Dana Kampung, yang seharusnya kegunaan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kami sebagai masyarakat Gayo, yang mengalir di dalam darah kami adalah darah Gayo Lues, kami tak rela rakyat kami tertindas hanya karena sebuah selera dan cita rasa. Pagelaran tari saman 10001 adalah pemborosan, “ teriak salah seorang pemuda lain dari sudut kegelapan pada malam itu.

Liputan : Muhammad Tujung
Editor   : JS Peparik

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

13 Grup Tari Saman Rebut Piala Kodim

BLANGKEJEREN [Insetgalus] –  Kodim 0113/Gayo Lues Gelar lomba tari saman dari 13 group se-Kabupaten Gayo ...