Pengunjung Keluhkan Kebersihan Wisata Kala Pinang

BLANGKEJEREN [Insetgalus] – Para wisatawan lokal dan luar daerah yang berkunjung ke Kala Pinang,  mengeluhkan kebersihan air sungai yang kurang terjaga.

Pantauan di lokasi, tampak kotoran manusia lalu lalang hilir mudik berseliweran di sepanjang sungai, ditambah dengan sampah dan kotoran hewan disepanjang kawasan tersebut, yang mengganggu pemandangan pengunjung.

Alimuddin, 35, salah seorang wisatawan lokal menyayangkan lokasi tersebut tidak terjaga dengan baik, seharusnya bila pihak pengelola serius mengelola akan mendatangkan pengunjung yang lebih banyak sekaligus membuat nyaman pengunjung.

Selain itu katanya, disepanjang sungai terlihat sangat jorok, kotoran manusia ikut menghiasi sungai, hal ini akibat debit sungai mengecil karena pengerukan yang merajalela di hulu sungai. “ Untuk melestarikan sungai di sepanjang Kalapinang, Dinas terkait seharusnya turut memperhatikan hal ini, “ jelasnya. Senin (8/8).

Alimuddin yang sedang berdarmawisata mengaku sulit menikmati alam di lokasi tersebut, dirinya sudah mengunjungi sejumlah objek wisata di sepanjang Kala Pinang, namun tetap saja dikeluhkan pemandangan sungai yang jorok, “masalahnya adalah penambangan liar terlalu menggila, sehingga debit air kecil dan sulit menganyutkan sampah, apalagi kotoran manusia, “ tandasnya.

Sambungnya, kesan jorok tidak terurus seperti itu, tentu mengakibatkan  objek wisata potensial  di kawasan Kala Pinang menjadi kurang diminati wisatawan. Kotoran hewan, Sampah bertumpuk, seperti kantong plastik, bungkus rokok, kaleng dan minuman botol serta sejumlah sisa makanan terlihat sangat mengganggu pemandangan, yang menimbulkan lingkungan kotor dan tidak sehat.

Hal ini dikuatkan, Iner Inen Serinah, salah seorang wisata yang berkunjung di lokasi itu, mengaku pemandangan jorok yang ia lihat tentu sama dengan apa yang dirasakan oleh pengunjung yang lain, “ pemandangan yang tidak sehat akan membuat wisatawan merasa tidak nyaman sehingga tidak betah untuk menikmati keindahan panorama alam kawasan objek wisata Kala Pinang, “ pungkasnya.

Menurut dia, pengembangan potensi pariwisata yang sangat besar dimiliki kawasan Kala Pinang, namun jangan terhambat gara-gara tidak mencapai tingkat optimal akibat terkendala persoalan kebersihan yang berdampak pada derajat kesehatan. “ Masalah kebersihan merupakan faktor pendukung utama berkembangnya pariwisata di kawasan tersebut, “ tutupnya.

Liputan     :  JS Peparik
Editor        :

About Jasvira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Sri Dewi Wahyuni SP

Lagu Mars Gayo Lues Harus Mencerminkan Unsur Agama dan Budaya

BLANGKEJEREN [Insetgalus] – Sembilan kriteria dari lima ketentuan umum menjadi syarat mutlak mengikuti lomba karya ...