Pembangunan Lapangan Futsal Rema Menimbulkan Tanda Tanya

KUTEPANYANG [Insetgalus] – Pembangunan lapangan futsal Kampung Rema menimbulkan segudang tanda tanya dikalangan masyarakat. Seharusnya pembangunan di Kerukunan Kutepanyang tapi malah di Desa Rema.

Pembangunan lapangan itu, bersumber dari dana aspirasi Irmawan S.Sos pada saat ia menjabat sebagai anggota DPRA. “ Pemindahan bangunan ini terkesan aneh, kok bisa ya, “ tanya Pengulu Kampung Kutepanyang, Syafrudin Arigayo, Selasa (29/9/2015).

Padahal kata Syafrudin, awalnya tim dari Banda Aceh menjumpainya terkait ketersediaan lahan untuk pembangunan lapangan futsal. Namun, Syafrudin belum bisa memberikan keputusan hari itu juga karena belum melakukan koordinasi dengan camat setempat, “ lokasi tanahnya sudah kita siapkan di samping TK Negeri Kutepanyang,” jelasnya.

Tim tersebut langsung beranjak sambil meninggalkan janji akan kembali, tapi malah tim itu tak kunjung nongol hingga lapangan futsal selesai dibangun di desa rema. Syafrudin menduga, ada unsur lain, karena Irmawan kelahiran Kampung Rema, yang pada saat ini menjabat sebagai DPR RI dari PKB.

Terkait itu, Kadispora Gayo Lues, Idris Arlem ketika dikonfirmasi, beberapa waktu lalu enggan berkomentar. “Ini merupakan aspirasi dan proyek dari provinsi, langsung aja ke anggota DPR-nya, karena ia lebih tahu masalah itu,” ujar Idris.

Sementara, Irmawan, S.Sos Anggota DPR RI Dapil 6, saat diminta tanggapannya, via seluler mengakui tidak tahu persis kenapa pembangunannya dipindahkan, “kemungkinan lahan di Kutepanyang tidak ada, sebab segala pembangunan yang bersumber dari dana aspirasi tidak bisa dibangun ditanah pribadi, melainkan harus tanah yang dibeli. Sedangkan dana pembangunan sekira seratusan juta lebih itu, tidak termasuk untuk pembelian tanah,” jelasnya.

Liputan : Dosaino
Editor    : Bakry

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*