Merayakan Gemar Membaca Aksara “Aktualisasi Hari Aksara Internasional”

Knowledge is power,…. pengetahuan adalah kekuatan
(Gerakan Mahasiswa; Aktivis Angkatan `98)

Tiap individu yang ada dalam masyarakat manapun di Indonesia adalah bagian dari individu dalam masyarakat dunia Internasional. Sifatnya, universal watak manusia adalah sama lahir dan batin. Karena itu, tidak satu orang pun di hukum, disiksa atau diusir dari tempat kelahirannya. Martabat kemanusiaan di atas bumi harus sama di perlakukan di atas hukum manapun baik lintas agama, suku, etnis maupun Negara. Dengan cara, masyarakat harus mendapat hak perlindungan, hak kebutuhan pangan, hak mendapatkan perdamaian, dan hak pendidikan yang layak dan hak untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

Pernyataan di atas, adalah bagian penting yang terdapat dalam Konvensi PBB-Persatuan Bangsa-Bangsa pada tahun 1947. Oleh karena itu, tiap warga negara di manapun harus mendapat kesempatan yang sama dalam merayakan Ilmu Pengetahuan melalui pentingnya membaca aksara. Bacalah Iqra yang artinya bacalah huruf per huruf. Sama halnya, kita mengayam huruf untuk mendapatkan arti suatu realitas agar kejadian-kejadian di sekitar kita dapat dipahami sebagai pembelajaran untuk meningkatkan peradaban martabat dan kualitas kemanusiaan.

Konteks tulisan ini, mengajak melihat betapa pentingnya membaca. Seperti dalam Iqra yang artinya; membaca. Membaca adalah memahami suatu realitas yang berbasis pada kenyataan di sekitar kita. Tanpa membaca, hidup menjadi semrawut tanpa batas. Sama halnya, seperti jempung padi yang kering, mudah tersulut terbakar. Demikian juga, halnya tanpa membaca, kita kesulitan melakukan perbandingan terhadap realitas yang kita hadapi.

Sesungguhnya, perkembangan teknologi modern saat ini adalah sangat pesat maju bahkan melampau dari kemampuan masyarakat. Khususnya, teknologi informasi-nir kabel. Identifikasi ini, menunjukkan pada masyarakat modern dengan kondisi ekonomi yang lebih mapan dan berpikir terbuka terhadap gejala era globalisasi.

Hal ini merupakan keseimbangan antara perkembangan dunia teknologi dengan penggunanya. Dengan tujuan, untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas kemanusiaan dan peradaban manusia menghadapi arus globalisasi. Globalisasi adalah trend sistem perdagangan ekonomi nasional dan internasional yang berbasis pada kapitalisasi modal, ekonomi, perbankan, manufaktur, tenaga kerja dan sumber daya alam. Untuk menghadapinya, telah menjadi slogan “think global, act lokal”. Berpikir global dan bertindak lokal. Maksudnya, kearifan ekonomi lokal, harus menjadi dasar utama untuk membangun dan memberdayakan segala sektor ekonomi masyarakat. Menariknya sebagaimana halnya;  Tanam kopi, dengan mutu komoditi ekspor. Modal investasi rupiah, dijual dengan dolar.

Tujuan mulia inilah selalu dalam penerapannya tidak sesuai dengan harapannya. Identik menyimpang, dengan adanya teknologi nir kabel ini, yang serba canggih-gadget membuat orang cenderung bersikap instan dan mengabaikan kesantunan dalam interaksi masyarakat. Parahnya, lagi dapat mengabarkan/menginformasikan dengan berita palsu alias hoax. Tiap individu pun, semakin kurang bersilahturahmi satu dan lainnya. Seolah cukup dengan kabar singkat. Hal ini telah menggerus budaya masyarakat Indonesia yang umumnya, suka bergotong-royong dan peduli pada sesama lingkungan masyarakat. Kini, dengan adanya teknologi pintar, jarak antar individu dan masyarkat sudah seperti jurang yang berjarak jauh.

Inilah gambaran yang di ikrarkan pada tiap daerah yang Merayakan Hari Aksara Internasional. Dengan tujuan, momentum kegiatan ini agar dapat kembali membiasakan membaca. Sehingga, kebiasaan membaca dan menggunakan telepon pintar sama pentingnya. Selain itu, dengan membaca diharapkan dapat melihat kenyataan dengan santun bukan sebagai penyebar kebencian saat menggunakan teknologi tersebut.

Untuk itu, kita dapat bercermin dari empat keterampilan penting untuk menselaraskan, manfaat dan meningkatkan kesadaran membaca aksara bagi sumbangsih ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas manusia. Pertama, keterampilan mendengar-listening skill. Kedua, keterampilan berbicara-speaking skill. Ketiga, membaca-reading skill. Keempat, keterampilan menulis-writing skill.

Keempat, keterampilan di atas merupakan tiang utama untuk meningkatkan ilmu pengetahuan. Yang utama adalah membaca. Dengan membaca, semakin banyak kita membaca maka semakin luas informasi yang didapat. Singkatnya, membaca adalah jendela dunia. Sebab itulah, siapapun yang membuka jendela tersebut, dapat melihat dan mengetahui segala sesuatu terjadi masa lampau, sekarang bahkan yang akan datang.

Dengan membaca, bukanlah sekedar memahami simbol dan formalitas kebutuhan informasi yang tertulis namun membaca merupakan kemampuan yang lengkap. Membaca tidak hanya berperan dalam ilmu tertentu tetapi membaca berperan juga untuk mengetahui berbagai macam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang.

Kesimpulannya, dengan membaca segala kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diketahui dan dipahami sebelum dipraktekkan ataupun diaplikasikan. Tujuannya, agar membaca dapat menjadi budaya. Membaca dapat di lakukan dimana saja.  Syaratnya, ada keinginan, motivasi, dan semangat. `Tiada hari tanpa membaca`. Dengan membaca segalanya jadi menyenangkan bahkan telah menjadi kebutuhan. It`s a better late than never—lebih baik terlambat dari pada tidak pernah sama sekali.

HELMI MAHADI, S.I.P., M.A
Alumi Political Science Departement
World Class Research University Gadjah Mada
ND. Staf Ahli Khusus BUPATI

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Desa Tingkem Desa Perjuangan

“Kami adalah pelayan rakyat bagi semua rakyat”.  Demikian diucapkan Bupati saat menyampaikan kata sambutan ucapan ...