Mengkhawatirkan, Krisi Moral Bagi Generasi Muda

BLANGKEJEREN [INSETGALUS] – Salah satu masalah yang sedang dihadapi oleh dunia pendidikan di Indonesia adalah krisis moral yang sedang dialami oleh sebagian besar generasi muda.

Salah satu faktor yang mempengaruhi kurang optimalnya lembaga pendidikan dalam membentuk karakter atau kepribadian siswa yang sesuai dengan nilai budaya luhur bangsa. Hal ini terjadi karena sebagian besar sekolah memberikan porsi yang tidak seimbang antara pengetahuan dan efektif siswa.

Sebagian besar sekolah hanya menitik beratkan pada pengetahuan siswanya saja dengan kurang memperhatikan nilai sikap ataupun kepribadian siswa. Hal ini dapat diatasi dengan mencontoh model pembelajaran yang ada di pondok pesantren dalam menanamkan nilai karakter kepada santrinya.

“Karena pondok pesantren dianggap berhasil dalam melakukan pendidikan karakter kepada santrinya,” kata Bupati Gayo Lues H Muhammad Amru, Selasa (25/2/2020), pada peringatan Maulid Nabi besar Muhammad SAW di komplek pesantren Raudhatul Qur’an, Desa Kong Paluh.

Bupati juga mengatakan, upaya pembangunan pesantren di Gayo Lues hampir semua sama, memiliki progres yang bagus. “Saya memberi apresiasi kepada pesantren Raudhatul Qur’an dengan perkembangan yang begitu pesat padahal masih tergolong seumur jagung yang saat ini telah mampu menunjukkan  eksistensinya,” kata Bupati.

Tiga bulan lalu sebut Bupati,  kondisi pesantren belum memiliki dinding, dan dinding itu dalam waktu yang singkat telah berdiri kokoh. Ini menunjukkan kata bupati, pimpinan pondok pesantren Raudhatul Qur’an memiliki upaya yang sungguh-sungguh dalam membangunan dan mengembangkan pesantren.

Tahun 2020 ini Pemerintah Kabupaten Gayo Lues melalui Dinas Syariat Islam telah memprogramkan bantuan kepada seluruh pesantren di Gayo Lues.

Bupati juga merasa bangga melihat kondisi perkembangan Syariat Islam di Kabupaten Gayo Lues yang seiring dengan visi misi pemerintah sudah mulai menunjukkan tanda-tanda keberhasilannya.

Karena setiap dirinya pergi berkunjung ke desa-desa selalu disertai peletakan batu pertama dalam pembangunan pondok pesantren, ini menunjukkan pebinaan dan kesadaran masyarakat terhadap pendidikan karakter melalui pesantren kian melejit.

Harapan Bupati, melalui pendidikan agama di pesantren, para santri dan santriwati menjadi generasi yang berkualitas dalam beradab, berilmu di tengah masyarakat.

Liputan : Radiansyah

About Jasvira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Seberu Sebujang Penampaan Uken Semprotkan Disinfektan

BLANGKEJEREN [INSETGALUS] – Merebaknya pandemi virus corona (Covid-19) telah membuat masyarakat resah dan khawatir. Hal ...