Ketua PESAWAT Kecam Aksi Pembakaran Rumah Wartawan Serambi Liputan Kutacane

IDI [Insetgalus] – Persatuan Wartawan Aceh Timur (PESAWAT) mengecam tindakan intimidasi dan kriminalisasi yang dilakukan orang tak dikenal (OTK) terhadap wartawan Serambi Indonesia, Aceh Tenggara, Asnawi Luwi, Selasa (30/7/2019) dini hari.

Sebelumnya, diberitakan rumah semi permanen milik Asnawi Luwi, Wartawan Serambi Indonesia di Aceh Tenggara, diduga dibakar OTK, Selasa (30/7/2019) sekitar pukul 01.30 WIB.

“Kita minta pihak penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus ini, dan mengungkap dalang pelaku, dan motifnya,” pinta Ketua PESAWAT Seni Hendri SH, didampingi Ketua Pembina dan pendiri PESAWAT Ismail Abda, dan Hasballah Kadimin, Selasa malam.

Seni Hendri mengharapkan semua pihak dapat menghargai kinerja wartawan dalam menyuarakan kebenaran dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Wartawan ibarat mata, telinga, dan mulut masyarakat luas dalam membela, dan menyuarakan kebenaran dan aspirasi.

“Oleh karena itu sangat disayangkan di era demokrasi saat ini masih ada oknum tak bertanggung jawab bersikap arogan dan mengintimidasi wartawan. Jika keberatan dengan pemberitaan jurnalis, maka lakukan upaya yang benar dan bijak sesuai dengan ketentuan yang telah diatur dalam undang-undang pers nomor 40 tahun 1999,” pinta Hendri.

Aksi teror dengan kekerasan ini merupakan upaya pihak tertentu untuk membungkam kebebasan jurnalis. “Sebagai jurnalis kita harus lawan intimidasi ini. Karena apapun alasannya tindakan kekerasan tidak dibenarkan di negara kita. Oleh karena itu, wartawan juga harus siap menghadapi segala resiko yang muncul di lapangan, karena niat baik kita mengungkap kebenaran tentu juga akan dihadapkan dengan resiko dan tantangan yang tinggi. Namun, demikian spirit dan niat baik kita demi kebaikan dan kebenaran tak boleh surut, karena wartawan merupakan pilar keempat dalam menegakkan demokrasi, dan kebenaran di negara tercinta ini,” ungkap Hendri.

Sebelumnya diberitakan, Rumah semi permanen milik Asnawi Luwi, Wartawan Serambi Indonesia di Aceh Tenggara, diduga dibakar OTK, Selasa (30/7/2019) sekitar pukul 01.30 WIB. Akibatnya, mobil hangus, plafon dan kamar juga hangus. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB setelah mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Sejumlah masyarakat mengatakan, api dengan cepat menjalar bangunan garasi mobil yang terbuat dari terplek dan kayu. Api membara sekaligus ke sekeliling garasi mobil sehingga dengan cepat membakar seluruh bangunan. Masyarakat memadamkan api dengan menyiram air. Namun, api tidak bisa dipadamkan sehingga mobil hangus. Namun, setelah dua mobil Damkar tiba api pun padam.

Musibah itu langsung ditinjau Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Rahmad Hardeny Yanto Ekosahputro SIK, Wabup Agara, Bukhari, Kadis Sosial, Karimin, Kadis Syariat Islam, M Ikbal Selian. Korban kebakaran, Lisnawati, mengatakan, saat ini mereka panik, pihaknya berlari membawa satu anak yang paling kecil berusia 3 tahun. Sedangkan, suaminya, berlari membawa kedua anak laki-laki yang tertidur pulas.

Mereka keluar melalui lewat pintu belakang rumah, karena asap dan api telah menjalar di bagian depan rumahnya hingga ke ruang tamu. Mereka menduga, rumah yang terbakar tersebut diduga ada unsur kriminalitas terhadap pembakaran rumah mereka oleh OTK, karena suaminya bekerja sebagai wartawan di Agara.

Bahkan, sebelumnya, juga ketika suaminya ke Banda Aceh ada orang tidak dikenal mendatangi rumahnya mencari-cari suaminya. Dan, gerak-geriknya mencurigakan karena berkeliling memperhatikan rumahnya. “Kami minta Kapolda Aceh dapat mengungkap kasus pembakaran rumah wartawan tersebut. Ini diduga ada kaitan untuk membungkam wartawan yang menulis kebenaran,” ujarnya.

Liputan : Ardiansyah

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

KIP Tetapkan Perolehan Kursi Dewan

BLANGKEJEREN [Insetgalus] – Gelar rapat pleno terbuka. Komisi Independen Pemilihan Kabupaten Gayo Lues tetapkan perolehan ...