Kegigihan Rakyat Tampeng Menentang Belanda (Bag I)

Setelah Sultan Aceh Muhammad Daudsyah menyerah kepada Belanda di tahun 1903, membuat Gubernur militer Belanda di Aceh Van Heutsz memutuskan untuk menaklukkan seluruh penjuru Aceh, sebab, semua wilayah yang ada di Aceh telah dikuasai oleh Belanda, kecuali Gayo Lues dan Alas. Dengan demikian Van Heutsz memerintahkan Van Daalen untuk menaklukkan kedua daerah tersebut.

Tepatnya 9 Maret 1904 pasukan Belanda yang dipimpin oleh Van Daalen, tiba di Kampung Kela yang merupakan pintu masuk militer Belanda ke Gayo Lues. Dan menyerang setiap pertahanan yang ada, sehingga mampu menaklukkan satu persatu pertahanan, seperti benteng Pasir (14 Maret 1904), Gemunyang (18,19,20 Maret 1904), Durin (22 Maret 1904), Badak (4 April 1904), Rikit Gaib (21 April 1904), Penosan (11 Mei 1904) dan Tampeng (17 Mei 1904). Dengan tempo beberapa hari, akhirnya Gayo Lues secara umum dapat ditaklukkan oleh pasukan Belanda.

Namun, pasukan Belanda dalam menyerang Kampung Tampeng yang merupakan benteng terakhir untuk ditaklukkan ternyata tidak lah mudah, sebab, perlawanan yang disuguhkan rakyat Tampeng sangat sengit. Apalagi, dalam pertempuran itu masyarakat Tampeng mulai dari Pria, wanita dan remaja seluruhnya melakukan perlawanan dengan gagah berani, nekad serta fanatik. Ditambah dengan pejuang – pejuang Gayo Lues yang menggabungkan diri ke Benteng Tampeng, seperti, Raja Bukit aman Linting dengan pasukannya, H. Sulaiman dan Lebe Jogam dua orang ulama yang ada di Gayo Lues yang tak ingin berdamai dengan Belanda yang dianggap kafir, aman Jata orang kaya yang sangat dimusuhi dan dikejar-kejar oleh Belanda   serta 30 orang pasukan bersenjata dari Alas dibawah pimpinan kejurun Johar Amat dari Bambel. …Bersambung…………

Liputan     :   Dosaino Ariga
Editor        :

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kegigihan Rakyat Tampeng Menentang Belanda (Bag. IV)

NAMUN, para pejuang Gayo dan Alas yang bertahan masih melakukan perlawanan dengan gagah berani. Kemudian, ...