Kecamatan Blangjerango Ukir Prestasi di Tahun 2017

 

BLANGKEJEREN [Insetgalus] – Kecamatan Blangjerango di tahun 2017 kemarin, berhasil meraih beberapa penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, diantaranya, juara II untuk penilaian Kampung terbaik yakni Kampung Ketukah Kecamatan setempat.

Selanjutnya, Kecamatan Blangjerango juga meraih juara ketiga terbaik dari 11 Kecamatan yang ada di Gayo Lues, dalam kategori penyelenggaraan pemerintahan kecamatan dan penilaian lainnya.

Kemudian, Kampung Penosan Kecamatan Blangjerango juga berhasil meraih juara pertama pada penialian Kampung adat, dengan indikator Resam Kampung dan pelaksanaan adat istiadat serta meraih peringkat ketiga dalam memberikan laporan tercepat dan akurat dalam desk Pilkada yang berlangsung beberapa waktu lalu.

Saat pelaksanaan zikir akbar di Masjid Raya AS-Shalihin Blangkejeren baru-baru ini, dalam rangka syukuran 100 hari kerja pemerintahan Bupati dan wakil bupati Galus, Muhammad Amru – Said Sani, mendaulat Kecamatan Blangjerango sebagai Kecamatan terbaik dalam kunjungan kerja bupati dan wakil bupati setempat, “beliau juga secara mendadak, langsung memberikan penghargaan saat itu,” kata Syahrul.

Atas penghargaan tersebut, pihaknya agar mampu meningkatkan capaian prestasi yang lebih baik lagi di tahun 2018 ini, pihak Kecamatan Blangjerango akan terus menyelaraskan program kerja dengan visi misi pemerintahan saat ini, salah satunya, menjadikan Kampung Tingkem sebagai zona perkebunan kopi. Bahkan saat ini ketersediaan lahan hamparan yang siap tanam sudah tersedia seluas 115 hektar.

“Luas lahan hamparan yang sudah siap tanam tersebut, kami yakin akan terus bertambah kedepannya,” tandas Camat Blangjerango ini, seraya melanjutkan, untuk peningkatan dan pengembangan ekonomi masyarakat, saat ini lost Blangnangka yang baru diresmikan Bupati beberapa waktu lalu, sudah mulai beroperasi. bahkan sekira sebulan ini setiap hari Jumat aktifitas perdagangan selalu aktif.

Selain itu tambahnya, ditahun ini pihaknya juga focus menggerakkan masyarakat untuk memakmurkan masjid dengan melaksanakan salat berjamaah setiap waktu dirumah Allah ini serta meningkatkan Tempat Pengajian Anak (TPA) disetiap kampungnya.

“Untuk penggalian dan mengembalikan sejarah serta pengembangan wisata religi, pihaknya akan melakukan pembenahan bangunan Masjid Asal yang ada di Kampung Peparik Dekat, dengan mengembalikan bangunan seperti sedia kala, dalam artian bentuk dan bahan bangunan yang lama dikembalikan,” sebutnya, sembari menambahkan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Pariwisata Gayo Lues dalam pengembangan wisata kedah yang merupakan pintu masuk Gunung Leuser.

Liputan : D. Ariga

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Sri Dewi Wahyuni SP

Lagu Mars Gayo Lues Harus Mencerminkan Unsur Agama dan Budaya

BLANGKEJEREN [Insetgalus] – Sembilan kriteria dari lima ketentuan umum menjadi syarat mutlak mengikuti lomba karya ...