Kapolda Musnahkan 25 Hektar Ladang Ganja di Agusen

BLANGKEJEREN [INSETGALUS] – Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Wahyu Widada, M.Phil, memimpin pemusnahan ladang ganja seluas 25 hektar di Desa Agusen Kecamatan Blangkejeren, Rabu (4/3/2020). Kapolda didampingi Kapolres Gayo Lues AKBP Rudi Setiawan dan Bupati Gayo Lues H Muhammad Amru.

Rombongan berangkat ke lokasi menggunakan helikopter, melihat langsung ladang ganja yang tumbuh subur dan siap panen di lembah gunung Agusen.” Ada lebih sepuluh titik ladang ganja,  lumayan banyak,” kata Kapolda Aceh. Sembari menambahkan, operasi ini tidak terlepas dari informasi masyarakat.

Dikatakannya, pemusnahan tersebut dilakukan dengan mencabut akar dan membakar ribuan batang ganja di lokasi. Kapolda juga mengajak petani yang dulunya menanam ganja untuk beralih ke tanaman produktif bernilai ekonomis yang dilegalkan negara.

“Karena itu, peran pemerintah daerah memberdayakan masyarakat. Menempatkan penyuluh-penyuluh pertanian, sehingga petani Agusen, tidak lagi menanam ganja,” kata dia.

Kapolda mengatakan narkoba sudah menjadi ancaman serius. Narkoba sifat konsumsinya, pemakai menginginkan terus mengonsumsinya hingga syaraf rusak.

“Kalau saraf rusak tentu tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Bawaannya malas. Pekerja tidak lagi bekerja, yang pelajar juga tidak lagi sekolah. Kalau tidak dicegah, maka semuanya menjadi rusak,” terang Kapolda.

Aceh, kata dia, merupakan daerah produsen ganja terbesar. Namun, pola konsumsi terbanyak adalah sabu-sabu. Sabu-sabu lebih berbahaya lagi, namun juga sama-sama merusak saraf.

“Kami mengajak semua pihak mencegah dan memberantas narkoba. Narkoba bukan hanya tanggung jawab polisi, pemerintah, tetapi seluruh eleman masyarakat,” kata Jenderal Wahyu Widada.

Ditegaskannya, meski ganja di Aceh ada historisnya, namun sesuai aturan hukum yang berlaku harus dicegah.

Jenderal polisi bintang dua itu juga menyebutkan, peredaran narkoba di Aceh saat ini telah menjadi ancaman serius. Sesuai instruksi presiden, Kapolda menyebutkan pihaknya berkerjasama dengan berbagai lembaga pemerintah terhadap pemberantasan narkoba.

Kapolda mengingatkan, masyarakat jangan mau diperalat para sindikat narkoba, karena merugikan diri sendiri dan orang lain. Dan beliau juga mengajak semua pihak mencegah dan memberantas narkoba.

Sementara Bupati Gayo Lues H Muhammad Amru, mengatakan terjerembabnya masyarakat ke narkoba, pertama karena terlilit ekonomi untuk menyambung hidup, sehingga tidak ada pilihan lain tanpa berfikir resiko panjang.

Untuk mencegah  hal itu jelas Bupati, pihaknya bersama lembaga yang lain terus melakukan sosialisasi betapa bahayanya narkoba, dan menggantikan dengan tanaman lain seperti kopi, serewangi serta berbagai tanaman holtikultura yang nilai jualnya menjanjikan.

Liputan : Radiansyah

About Jasvira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Seberu Sebujang Penampaan Uken Semprotkan Disinfektan

BLANGKEJEREN [INSETGALUS] – Merebaknya pandemi virus corona (Covid-19) telah membuat masyarakat resah dan khawatir. Hal ...