Harga Jagung Turun Di Gayo Lues

BLANGKEJEREN [Insetgalus] – Musim hujan  yang melanda Gayo Lues dan sekitarnya, ikut mempengaruhi harga jual jagung di pasaran. Soalnya, akibat hujan terus menerus, jagung sulit kering dijemur, sehingga petani harus menjual basah dengan harga rendah.

Saat ini, harga jagung rontok Rp. 2800 per kilo, mengalami penurunan dari sebelumnya mencapai Rp. 3.500 per kilo. Akibatnya, sebagian petani jagung memilih untuk menyimpan hasil panennya, sambil nunggu normal kembali.

“Tidak sesuai modal dengan hasil, makanya saya simpan sambil menunggu harga normal kembali,” kata Teuku Selamat Amin, salah satu petani jagung Blangpegayon, Senin (15/1). Menurunnya harga jagung sebut Amin, karena toke kebanyakan enggan membeli jagung basah, selain itu mereka sulit menjemur jagung di musim hujan.

Agus, salah satu penampung jagung kering mengaku harga pasaran pembelian jagung sesuai standar dari agen-agen dan penampung besar, permasalahan menyebabkan harga jual jagung sendiri disebabkan kualitas hasil panen petani jagung agak rendah, disamping kuota pembelian jagung hasil panen penuh, sehingga terpaksa harus menunggu  kosong.

“Kalau kadar air tinggi dan kualitasnya rendah tentu saja akan membuat harga jual hasil panen petani mengalami turun. Ini pun kuota pembelian masih akan disesuaikan kebutuhan dari agen,” jelasnya.

Muhamad Ali dari Dinas Prindakop dan UKM bagian perdagangan Gayo Lues menjelaskan, untuk saat ini musim penghujan faktor turunnya jagung, sulit untuk mengeringkannya sehingga kadar air tinggi.

Liputan : Ramli Tebukit

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pembangunan Rumah Adat Gayo Tak Sesuai Corak dan Ukiran

KUTACANE [Insetgalus] – Pembangunan rumah adat suku Gayo yang terletak di Desa Bener Bepapah Kecamatan ...