anita Qur-ani di Sudut Bandara Kualanamu, Medan (Bag.2)

Buah Pena dari:
Roby Efendi

Pertemuan Yang Baik
Sejak pertemuan dengan perempuan itu., entah mengapa seketika dalam rutinitas Ahmad setibanya di  Blangkejeren terlintas senyuman perempuan yang berhijab merah muda itu? Siapa dia? Siapa namanya? Tapi rutinitas Ahmad yang padat sebagai photographer tidak terlalu membuatnya mengingat perempuan itu dengan serius.

Hari berganti ke minggu, dan minggu  berganti ke bulan. 2 bulan berjalan setelah perjumpaan Ahmad dengan kedua perempuan itu, tak  sengaja dalam acara besaman roa lo  roa ingi di desa Penampaan 23 Agustus 2016. Ahmad sebagai photographer di acara tersebut berjumpa dengan kedua perempuan itu.

“Dik.., dik! Coba lihat tukang foto itu, kayaknya kakak pernah jumpa, tapi dimana ya?” kata perempuan yang berhijab merah muda saat itu pada adiknya.
“Yang mana kak?” kata gadis yang berjilbab merah waktu itu.
Setelah diperhatikan, barulah Ahmad mereka ingat.
“Oo.., itukan yang waktu kita di bandara” kata adiknya.
Perlahan gadis itu memperhatikan Ahmad yang serius memotret. Ternyata gadis itu juga memiliki  ketertarikan pada Ahmad.
“Bang.., tolong fotokan kami” kata perempuan yang berjibab merah itu.
Saat  Ahmad memotret mereka, Ahmad masih ingat betul pada kedua perempuan itu dan berkata “Masih ingat denganku” sambil tersneyum.
“Abang yang waktu di bandara Kualanamu kan?” katanya perempuan yang berhijab merah itu.
“Iya.., ternyata perjumpaan kita bukan hanya di bandara ya, moga saja perjumpaan ini akan terus berlanjut” jawab Ahmad.
“Iya bang” jawab perempuan yang berhijab merah itu, sementara kakaknya yang berhijab merah muda itu hanya tersenyum dan belum pernah menjawab, padahal Ahmad ingin sekali perempuan yang berhijab merah muda itu yang menjawab.
“Kapan siapnya foto kami bang?
“Besok juga uda siap., jemput disini aja ya” jawab Ahmad.
“Iya udah bang” jawabnya.
“Ini bon nya dan tuliskan nomor yang dapat dihubungi, kalau uda siap agar mudah mengabarkannya” jawab Ahmad sambil mengambil bon faktur dari tas kecilnya.
“0813xxxxxxxx, Khadijah, ini nomor kakak bang!” kata adiknya. Ketika nomor itu adalah nomor wanita yang diinginkan Ahmad, dalam hati bergumam “Terimakasih Tuhan., langsung nomor kakaknya yang dia berikan”.
“Oh.., terimakasih, insya Allah besok udah siap” jawab Ahmad.
“K-h-a-d-i-j-a-h, ternyata itu namamu” dalam hati Ahmad berkata.
Dalam hantinya Ahmad begitu gembira karna saat itu dia kembali  berjumpa dengan perempuan yang sempat membuatnya takjub. Ternyata kesempatan besaman ini adalah kesempatan emas bagi Ahmad sebagai langkah awal perkenalan mereka.
Kesesokan harinya langsung saja foto itu diberikan. Tapi kedua perempuan itu belum juga hadir. Maka Ahmad langsung menghubungi mereka via sms. “Fotonya uda siap dan silahkan di jemput”.  Tak lama  berselang, ada pesan masuk “mungkin ba’da ashar kami jemput bang”.
Kehadiran mereka di  hari kedua acara saman tersebut dengan membawa ibu, dan adik lelakinya. Karna setiap acara biasanya di hari akhir yang ramai dengan pengunjung.
“Bang, kami uda di tempat yang semalam mau jemput fotonya” kembali ponsel Ahmad mendapat satu pesan baru dari nomor Khadijah.
Langsung saja mereka berjumpa dan dengan sedikit berbasa-basi foto itupun diberikan Ahmad yang telah dibungkus rapi dalam plastik. Dari sekian banyaknya lembaran foto tersebut, satu dianataranya di belakang foto itu bertuliskan “Tolong jangan kecewakan hati yang telah bersandar padamu..,” dan dibawahnya tertulis “AHMAD” dengan dibubuhi tanda tangan.
Sejak acara saman tersebut barulah mereka saling mengenal bahwa lelaki itu bernama Ahmad, pemuda asal desa Penampaan Uken, dan perempuan yang berhijab merah muda saat di bandara saat itu bernama Khadijah, bunga desa asal Kutelintang.
Ijah pun sangat senang, karna sejujurnya sejak perjumpaan di Bandara saat itu telah memiliki ketertarikan. Namun karena durasi waktu yang sangat singkat tak dapat mereka bercerita dan saling kenal lebih dekat.

Penulis     : Roby Efendi
Editor        :

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

“Sakit Hati Ternyata Indah”

BLANGKEJEREN [Insetgalus] – Sebuah novel Robi Efendi ini sangat menarik untuk dibaca. Diawali dengan mendung ...